Sebelum era 4G/5G, masyarakat Indonesia mengenal format .3GP sebagai raja video ponsel. Situs seperti indo3gpcom (atau variasinya) menyediakan video klip, cuplikan film, dan konten lucu dengan ukuran kecil agar mudah diunduh. Di tahun 2005–2010, "nonton video 3gp di toilet" adalah pemandangan umum bagi pemilik ponsel Nokia atau Sony Ericsson. Kini, meskipun .3GP sudah usang, kebiasaannya tetap hidup – hanya medianya berubah menjadi TikTok, YouTube Shorts, Instagram Reels, atau game kasual.

Di media sosial Indonesia, tagar #ToiletTime atau #ToiletSession sering muncul di TikTok. Kontennya bukan hanya video lucu, tetapi juga:

Bahkan beberapa kreator membuat konten spesifik: "Rekomendasi film horor pendek yang pas ditonton di toilet jam 1 malam".

Di era serba digital, kebiasaan baru muncul seiring dengan akses mudah ke konten hiburan. Mulai dari menonton video pendek, streaming film, hingga bermain game – semua bisa dilakukan di mana saja, termasuk di ruang paling privat dalam rumah: toilet. Frasa seperti "indo3gpcom maen di toiletrar" – meskipun tampak mistis atau salah ketik – menyiratkan sebuah realitas: banyak orang, terutama di Indonesia, menggunakan waktu di toilet untuk mengonsumsi hiburan digital berukuran kecil (seperti file .3gp jadul) atau konten ringan. Artikel ini akan membahas fenomena tersebut secara mendalam dari kacamata lifestyle dan entertainment.